Friday, June 9, 2017

BIANG KONFLIK TIMTENG

BIANG KONFLIK TIMTENG

Timteng selalu berkobar bukan krn watak manusianya, melainkan lebih krn watak alamnya yg kaya migas sehingga menjadi sumber utama energi dunia. Sumber daya alamnya membuat kawasan ini selalu diincar neo-imperialis Barat yg telah memasang Israel sbg agennnya. Hal ini kemudian diperparah oleh sensitivitasnya sbg tempat terbitnya agama-agama paling berpengaruh di dunia.

Masyarakatnya lantas terbelah menjadi dua kubu:

Pertama, kubu kompromistis yg rela memberi konsesi dan "pajak" kpd imperialis. Mereka semua adalah rezim-rezim kerajaan yg dulu tahtanya sengaja disukseskan oleh Inggris. Mereka selama ini hidup hanya utk tawar menawar dengan imperialis sehingga setidaknya diambil win-win solution, sama-sama kenyang. Barat sedapat mgkn membiarkan mrk kenyang dan bertahta agar tak melawan. Hanya krn tak mau melawan Israel, kubu ini disebut Barat sbg kubu moderat.

Barat sangat diuntungkan oleh sistem monarki yg mewarnai kubu ini, krn jika pemerintahannya demokratis maka Barat jelas akan berhadapan dgn rakyat  yg tidak mgkn akan berkompromi dgn Israel dan kekuatan-kekuatan imperialis pendukungnya.

Kedua, kubu anti kompromi. Kubu ini berteriak lantang bhw Israel harus musnah. Palestina adalah harga mati. Iran yg demokratis mewakili kubu ini sehingga Imam Khomaini menyebut Israel sbg kanker. Kanker harus musnah, krn tak mungkin manusia bisa hidup damai bersama kanker. Kubu inilah yg kini lazim disebut kubu resistensi (muqawamah).

Hanya krn melawan imperialisme, kubu ini dicap oleh Barat sbg kubu radikal, ekstrem,  teroris, dan disamakan dgn ISIS yg sebenarnya diciptakan oleh Barat sendiri utk menghabisi kubu resisten ini. Hanya karena berjuang melawan imperialisme kubu ini dianggap agresif doyan campur tangan.

Konflik yg terjadi selama ini tidak lepas dari pergesekan antara kubu muqawamah di satu pihak dan kubu imperialis dan kubu kompromistis di pihak lain. Hanya ini.(moh. Musa temen fb)

No comments:

Post a Comment